Link Indo Kuwaitis Blog :    Ardi's Family Blogspot    Ardi's Family @ Wordpress       Ardi's Family Kuwait       Azfa's Blog       Susy's Blog - Rumah Hobby       Dita's Blog - Yummy!!       Pinot's Blog

Sabtu, 18 Desember 2010

Semarak kamar Anak


Hasil karya saya ini berjudul Dresden Plate. Sebelum saya bercerita hasil karya selanjutnya ini, yuk cerita dulu apa itu Kerajinan Patchwork ( kain perca ). Patchwork adalah seni ketrampilan dengan cara menggabungkan potongan-potongan kain menurut model - model yang diinginkan dengan cara dijahit tangan ( jelujur halus ) atau dijahit mesin.
Kemudian disempurnakan dengan cara dijahit tindas ( Quilting ). Nah kalau sudah memasuki tahap quil sangatlah memerlukan kesabaran tersendiri.
Untuk lebih gampangnya jabaran Patchwork itu sendiri adalah seni menggabungkan kain-kain perca yang kemudian dilapisi dengan busa dacron untuk kemudian dilakukan jahitan tindas mengikuti pola potongan kain tersebut. Hasil yang dibuat akan menjadi lebih rapi, dan memiliki ketebalan dengan jahitan tindas yang memberikan hasil keindahan dan keunikan tersendiri.

Bahan2 yang dibutuhkan untuk membuat Dresden Plate :
1.Kain katun warna pink delapan warna dari yang muda sampai yang tua. Atau sesuai selera. Kalau saya memilih warna itu karena kamar anak yang bontot bernuansa pink jadi keputusan jatuh pada warna itu.


2. Siapkan Pola dan tentukan kombinasi warna yang diinginkan, kalau saya ambil contoh dari buku2 yang saya beli di Jarir bookstore atau selain dari buku2 bisa juga mengambil gambar2 dari google. Disitu sudah komplit. Gambar apapun ada.

3. Gunting bahan sesuai pola, biasanya di buku2 ada beberapa macam pola atau mau menciptakan kreasi sendiri lebih bagus.
4. Jangan lupa lebihkan kain 1 cm untuk jahitan.
5. Jelujur potongan kain yang telah siap. Tapi kalau sudah biasa menjahit tentu tanpa jelujurpun sudah ok hasilnya.
Nah...itulah gambaran singkat Patcwork.







































































































































































































Jumat, 03 Desember 2010

Karya Pertama

Akhirnya jadi juga. Gambar disamping ini adalah hasil karya saya di Kuwat yang sangat bersejarah karena dibuat didalam mobil pada saat menunggu anak anak pulang sekolah di Kuwait. Kadang kadang dibuat dibawah pohon didepan sekolah anak anak di American English School Hawally atau Cambridge English School Hawally kalau merasa bosan didalam mobil. Kadang kadang juga ditonton orang lewat kalau sedang asyik membuat di ruang tunggu di hall sekolah.

Jangan tanya berapa lama bisa selesai, yang jelas, kain warna putih yang saya gunakan sebagai dasar warnanya sudah berubah menjadi kecoklatan pada saat karya saya ini selesai. Mungkin sering saya jadikan alas duduk saat menunggu anak anak pulang sekolah. Kalau nggak salah kira kira 2 Tahun !!!!!!!!

Sabtu, 27 November 2010

DSLR Camera Dilarang Di Kuwait

Sial bener bagi yang punya hobby photography di Kuwait. Bulan Novembr 2010, DSLR Camera dilarang di Kuwait. Tetapi larangan ini tidak berlaku untuk Pocket Camera (Point Of Shot Camera). Alamaaak, apa nggak ada kerja yang lain sampai DSLR Camera saja dijadikan topik bahasan di Ministries Of Information Technology, Ministries Of Social Affairs And Finance. Mungkin dapat ilham dari 'Gayus', tahanan kepolisian di Indonesia masalah penggelapan pajak yang tertangkap camera di Bali tanggal 4-6 Nov 2010 lalu. Baca beritanya di Kompas Online : Orang Mirip Gayus Nonton Tenis Di Bali

NOTE : Pelarangan DSLR Camera dibawah telah ditarik kembali Dec 2010. Horeeeeee Horeeeee !!!!!!
Multi ministry camera ban frustrates artists

Published Date: November 20, 2010
By Abdullah Al-Qattan, Staff Writer

UPDATE: Saturday 27 November 2010

RETRACTION

On Saturday, November 20, 2010 the Kuwait Times published an article titled 'Multi ministry camera ban frustrates artists' in which incorrect information was provided. The newspaper regrets failing to verify the information. The article wrongly stated that a ban on DSLR cameras was implemented by the Ministries of Information, Social Affairs and Finance. This information is false. In a follow up investigation, it was proved that no such ban has been issued. We regret this error and deeply apologize for any inconvenience caused.

KUWAIT: After the ban three ministries placed on photography, most Kuwaiti youth are a bit confused about what to do with their cameras if they can't use them in public and why such laws were implemented in the first place. The Ministry of Information, Ministry of Social Affairs and Ministry of Finance recently came to the conclusion that photography should be used for journalism purposes only. This has resulted in the ban of Digital Single Lens Reflex Cameras (DSLRs) in public, on the streets and in malls

.What most Kuwaiti photographers have come to wonder is how such a decision could be reached by authorities, especially considering that digital cameras and cell phone cameras have the same abilities. What most people think of photography as a hobby has become a bit misguided due to the fact that the country has so little exposure to art. While using a DSLR, passersby may wonder if the camera is being used for the wrong reasons.

Mohammed Al-Eisa, who picked up photography as a hobby more than 10 years ago, said that he has decided to take photos of animals or still life due to the fact that these subjects don't mind having their picture taken and don't make a scene. "I started facing problems the very first day I bought my camera," Mohammed added.

What often happens is that a big black camera tends to worry people. Taking a picture of a stranger would seem like much less of an issue if you were using a more discreet camera or even a cell phone. Mariam Al-Fodiry said that she has faced similar problems with her hobby and that being a girl doesn't help at all. She said that in some cases it makes the problem even worse. "Switching to abstract and landscape photography was one the options I considered after getting into enough trouble," Mariam said.

Majed Al-Saqer said that sometimes people stop him while he is in his car with his camera, as if he were planning to kill someone with it. He said that he isn't sure what the real problem is, whether it is people taking photos of each other or the size of the camera.

Senin, 24 November 2008

Aplikasi Quilting

Untuk membuat Aplikasi Quilting seperti ini yang dibutuhkan adalah bahan bahan katun. Hanya bahan tersebut saya bawa dari Jakarta. Tapi, kalau kita jeli dan mau mencari bahan katun kemungkinan di Kuwait juga banyak. Nanti kalau hiasan ini sudah jadi. Baru saya mau jalan jalan keluar masuk pasar seluruh Kuwait untuk mencari kebutuhan jahit menjahit.
Langkah awal yang saya kerjakan. Buat Pola sesuai keinginan apa yang akan dibuat dan tentukan kombinasi warnanya. Tentu kalau di Indonesia tidak kesulitan mencaru buku buku maupun bahan dasarnya. Tetapi kalau di Kuwait, mencari buku tersebut gampang gampang susah. Saya menemukan buku buku ketrampilan di Toko Buku Jarir Hawalli. Saya dapat buku yang berjudul the best of Pat Sloan Applique Quilts. Lumayan lah untuk referensi.
Nah. Yang paling mujarab tanya sana tanya sini. Terutama pada teman teman yang datang lebih dulu di Kuwait. Terima kasih pada Dita dan Mbak Ida.
Bahan Bahan untuk membuatnya, Kain katun, Cutter, Cutting Mat (untuk memotong kain dengan cutter ), Gunting kertas, gunting kain, Penggaris, Jarum , centimeter untuk mengukur, jarum pentul, enang dan yang utama tidak lupa mesin jahit.

Senin, 20 Oktober 2008

Beli Mesin Jahit

Nah, tulisan saya yang satu ini agak berbau perempuan. Pasalnya yang berhubungan dengan jahit menjahit. Sejak pertama kalinya saya tinggal di Kuwait baru sekaranglah mencari pernak-pernik Jahit. Pertama yang saya beli Mesin Jahit dan yang ke dua baru dech beli bahan untuk membuat pernak-perniknya. Kalau tidak mau keluar masuk ke pasar untuk mencari bahan dasar jahit menjahit, bisa dilihat dan dibeli di Ikea - Avenue Mall, disitu banyak dijual bahan-bahan untuk membuat gorden, hiasan2 rumah lainnya. Tetapi hanya sebatas kain dan perlengkapan gorden.
Sedangkan kalau ingin membeli mesin jahit di Kuwait tidaklah sebanyak di Jakarta. Ada beberapa tempat. Dua bulan lalu di Carefour ada, tapi sekarang sudah tidak nampak di tempat pajangan. Di Lulu Hypermarket, Pasar Jumat, yang ada hanya merk Brother, di Pasar Fahaheel yang ada merk Jasmine produk dari Pakistan. Dan di Mirqab, belakang pasar Mubarakiyah terdapat agen Singer. Akhirnya saya memutuskan membeli yang bermerk Singer. Maklum taunya produk itu. Itung2 kalau dibawa ke Jakarta gampang mencari onderdilnya bila rusak. Sampai sekarang belum menemukan toko2 yang menjual perlengkapan jahit menjahit. Padahal yang satu itu yang sedang saya cari di Kuwait.

Kamis, 16 Oktober 2008

Sedang pusing kali ya...

Seringkali di Indonesia memberitakan kekerasan yang dialami para TKW di timur tengah. Tetapi sebenarnya apakah benar orang Arab itu kejam dan dengan mudah menyiksa sampai berdarah darah seperti yang dialami dan diberitakan besar besaran oleh media di Indonesia selama ini ?

Jawabnya dengan tegas saya katakan TIDAK. Manusia dimanapun sama, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang sabar ada juga yang pemarah. Di Indonesiapun juga ada yang suka membantai orang seperti Ryan tetapi ada juga yang baik hati dan dermawan. Kalau dihitung populasinya, mungkin yang jahat hanya beberapa persen saja atau hanya satu digit saja. Dan TV, koran atau mass media manapun akan mengeksopse besar besaran setiap tragedi yang terjadi agar rating atau oplah penjualannya bertambah banyak. Kalau yang diceritakan yang bagus bagus dan sukses bisa jadi nggak bakalan laku padahal yang sukses bisa lebih dari 90 % sendiri.

Kekerasan diatas bisa terjadi dimana mana tidak hanya didalam rumah, di jalan umum tetapi bisa juga ditempat suci seperti didalam masjid. Namanya juga manusia, tingkat kesabaran juga berbeda beda. Dibawah ini adalah contoh kekerasan di bumi Arab.

video

Rabu, 15 Oktober 2008

Ribet, Naik Motor Ala Arab

Mengendarai motor memang menyenangkan dan hal yang sangat lumrah di Indonesia. Lebih menyenangkan lagi apabila dalam perjalanan banyak pemandangan yang menarik. Lain halnya dengan di bumi Arab ini, hal ini bisa jadi hal yang sangat merepotkan dan sekaligus jenaka. Perhatikan saja video dibawah ini.

video